|
Limfoma non Hodgkin agresif
Limfoma non Hodgkin agresif adalah salah
satu dari dua klasifikasi utama limfoma non Hodgkin, yang
lainnya indolen.
Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal sebagai limfoma
non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.

Perjalanan alamiah penyakit
Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal
sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.
Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin agresif
tumbuh dengan cepat. Karena itu, pasien menyadari gejalanya
dan berobat ke dokter, dan dirujuk untuk pengobatan spesialis
pada stadium penyakit yang relatif awal.
Meskipun nama ‘agresif’ kedengarannya
sangat menakutkan, limfoma ini sering memberikan respon sangat
baik terhadap pengobatan. Meskipun pasien yang penyakitnya
tidak berespon baik terhadap standar pengobatan lini pertama,
sering berhasil baik dengan kemoterapi
dan transplantasi
sel induk. Pada kenyataannya, limfoma non Hodgkin agresif
lebih mungkin mengalami kesembuhan
total daripada limfoma non Hodgkin indolen.
Dalam rangka untuk memperkirakan seberapa baik
seorang pasien akan memberikan respon terhadap pengobatan
dan kemungkinan mereka mengalami kekambuhan,
dokter sering menggunakan International Prognostic Index (IPI).
IPI terdiri suatu daftar lima faktor:
- Usia pasien
- Stadium
limfoma non Hodgkin
- Kadar enzyme lactate dehydrogenase (LDH) dalam darah
meraka, yang mengindikasikan jumlah tumor dalam tubuh.
- Jumlah tempat di luar sistem
limfatik tempat tumor ditemukan
- Kesehatan pasien secara keseluruhan
Pentingnya pengobatan
Terdapat pengobatan untuk semua jenis limfoma
non Hodgkin. Pada kasus limfoma non Hodgkin agresif, kemungkinan
sembuh total adalah 40% sampai 75% dari kasus. Bahkan pada
pasien yang tidak sembuh, suatu remisi (periode bebas penyakit)
sering dapat tercapai.
Jenis pengobatan yang akan dipakai tergantung
pada banyak hal, termasuk:
- Jenis limfoma non Hodgkin
- Stadium
limfoma non Hodgkin
- Letak limfoma
- Kesehatan umum dan usia pasien
Adalah penting bagi pasien untuk menepati perjanjian
pemeriksaan dan pemeriksaan evalusi lanjutan, bahkan jika
limfoma telah sembuh dan remisi telah tercapai. Jumlah kekambuhan,
limfoma non Hodgkin agresif ditemukan dalam jumlah bermakna,
dan membutuhkan pengobatan lebih lanjut..
Apa yang diharapkan
Pasien yang didiagnosis dengan limfoma non
Hodgkin agresif stadium
awal biasanya diobati dengan kemoterapi,
dimana lebih dari satu obat kemoterapi diberikan. Pengobatan
ini sering diberikan dalam kombinasi dengan
antibodi monoklonal rituximab.
Radioterapi
sering diberikan bersama, baik setelah kemoterapi atau pada
saat yang sama. Diberikan secara langsung pada setiap kelenjar
getah bening yang terserang.
Walaupun tidak mungkin untuk memprediksi
respon pasien, pengobatan limfoma non Hodgkin agresif stadium
awal mencapai kesembuhan atau remisi (periode bebas penyakit)
pada 80% atau lebih pasien.
Pasien yang didiagnosis dengan limfoma non Hodgkin
agresif stadium
lanjut diberikan kemoterapi yang mirip dengan pasien stadium
awal. Radioterapi juga diberikan.
Pengobatan standar ini mencapai kesembuhan antara
40% dan 79% pasien, meskipun respon pasien terhadap pengobatan
akan berbeda pada setiap kasus.
Pada pasien dengan limfoma non Hodgkin yang
tidak memberikan respon baik terhadap pengobatan,atau penyakitnya
kambuh, dibutuhkan pengobatan lebih lanjut. Kemoterapi dosis
tinggi dapat dicoba dan transplantasi sel induk darah tepi mungkin dapat dilakukan. Pengobatan
ini dapat mencapai kesembuhan antara 30% dan 50% pasien.
Jika pengobatan tidak berhasil, atau tidak
mungkin, penatalaksanaan medis perlu ditambahkan untuk mengontrol
gejala, atau paliatif.
Untuk informasi lebih lanjut tentang topik
ini, lihat Bagaimana pengobatan limfoma non Hodgkin?.
|