Lymphoma Net - Home

Mendukung penderita Limfoma non Hodgkin

 
Mail a friend Print this page
 Home page >> Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin? >>Terapi Eksperimental > Percobaan klinis
  Home page
  Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
  Kunjungan ke klinik
  Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin?
 
Perawatan bagi pasien yang baru didiagnosis terkena LNH
Perawatan untuk penyakit kambuh
Kemoterapi
Terapi antibodi monoklonal
Terapi Radiasi
Tunggu dan lihat
Transplantasi
Pembedahan
Terapi Eksperimental
Penatalaksanaan gejala

  Hidup dengan Limfoma non Hodgkin



  Berita (dalam bahasa Inggris)
  Daftar kata-kata
  Webmasters
  Dewan Editorial
  Bantuan
  Kontak
  Sitemap
  Newsletter (dalam bahasa Inggris)
  Bahasa lain

 
 Perawatan eksperimental
Pendahuluan | Percobaan klinis
< Sebelumnya   Selanjutnya >

    Keypoints


  • Uji klinik untuk limfoma non Hodgkin merupakan kesempatan untuk menguji obat baru yang mungkin lebih baik dari pengobatan yang sudah ada
  • Pada kebanyakan kasus, tidak semua pasien yang ikut uji klinik akan mendapat obat baru yang diuji, tetapi akan mendapat obat yang sekarang dipakai
  • Semua uji klinik harus memenuhi persyaratan yang ketat dan harus mendapat persetujuan, dan pasien tidak wajib ikut serta ? mereka akan tetap mendapat obat yang sekarang dipakai

Karena tidak semua pengobatan bekerja pada semua pasien dengan limfoma non Hodgkin, selalu dilakukan upaya untuk mencari pengobatan baru yang lebih baik dan untuk cara kombinasi yang lebih baik untuk pengobatan yang sudah ada. Pengobatan dikatakan lebih baik mungkin karena efek yang lebih baik terhadap limfoma atau karena menyebabkan efek samping yang lebih sedikit atau lebih aman atau kombinasi keduanya.

Bagian dari pencarian obat yang lebih baik ini melibatkan uji klinik. Jika penelitian dan percobaan awal mengindikasikan bahwa suatu pengobatan baru mungkin lebih baik dari pengobatan standar yang digunakan sekarang, maka penelitian akan dilakukan untuk membandingkan pengobatan yang baru dengan pengobatan yang sekarang. Perbandingan dengan pengobatan yang sudah ada dan sudah diketahui efektivitasnya, merupakan kontrol karenanya disebut penelitian terkontrol.

Biasanya sekitar setengah pasien dalam penelitian terkontrol akan mendapat pengobatan standar dan setengah lainnya mendapat pengobatan yang baru. Agar perbandingan benar-benar obyektif, keputusan mengenai pengobatan yang mana yang didapat setiap pasien ditentukan secara acak, biasanya dengan komputer, dan tidak ditentukan oleh dokter yang merawat pasien atau oleh dokter yang melakukan uji klinik. Karenanya penelitian merupakan penelitian acak (random).

Oleh karena itu, uji klinik seperti ini sering disebut sebagai penelitian terkontrol acak. Penelitian seperti ini merupakan satu-satunya cara bahwa pengobatan baru untuk penyakit seperti limfoma non Hodgkin dapat dibuktikan efektif dan bermanfaat secara ilmiah. Uji klinik sungguh penting untuk memperbaiki penatalaksanaan penyakit, baik untuk pasien di masa sekarang maupun di masa depan.

Semua uji klinik harus ditelaah dan disetujui oleh komite etik dan harus memenuhi persyaratan pemerintah dan medis yang ketat. Pengobatan baru yang diuji telah diteliti secara seksama sebelum mencapai tahapan uji klinik. Karena dilakukan secara acak, tidak ada jaminan bahwa pasien tertentu akan mendapat pengobatan baru.

Setiap pasien yang ambil bagian dalam uji klinik harus memberikan persetujuan (informed consent). Tidak seorang pun dapat dipaksa atau ditekan untuk ikut dalam uji klinik. Dan, di dalam uji klinik pun, pasien dapat meninggalkan penelitian, tanpa harus menyatakan alasannya. Pasien yang memilih tidak ikut serta dalam uji klinik, atau yang meninggalkan uji klinik, akan tetap mendapat pengobatan standar yang terbaik yang ada sekarang hal ini tidak akan mempengaruhi sikap dokter maupun tenaga kesehatan lainnya terhadap pasien.

Untuk pasien yang ingin tahu lebih banyak mengenai uji klinik, kelompok pendukung limfoma lokal seringkali dapat memberikan informasi mengenai uji klinik di negara anda. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Mencari dukungan.

Tabel yang menjelaskan jenis uji klinis yang dapat dilakukan untuk membantu mencari pengobatan baru
Fase I
Sejumlah kecil pasien diberikan pengobatan cara baru untuk dites dengan dosis yang aman dan tepat. Meningkatnya resiko efek samping berarti pasien sering mempunyai penyakit yang tidak akan merespon pengobatan yang dilakukan
Fase II
Sejumlah besar pasien di atas fase I; fokus tidak hanya pada efek samping pengobatan yang baru tapi juga respon dari penyakit

Fase III

Saat percobaan fase II menunjukkan bahwa pengobatan yang baru efektif melawan penyakit, sejumlah besar pasien dipanggil untuk membandingkan dengan pengobatan standar atau plasebo aktif. Uji klinis kanker, bagaimanapun, tidak menggunakan plasebo berhubungan dengan pertimbangan yang bersifat etis
Fase IV
Setelah pengobatan yang digunakan untuk pasien, percobaan fase IV, dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pengobatan atau untuk mencoba kegunaan dari pengobatan pada indikasi tambahan

 


< Sebelumnya Selanjutnya >