Lymphoma Net - Home

Mendukung penderita Limfoma non Hodgkin

 
Mail a friend Print this page
 Home page >> Apakah Limfoma non Hodgkin itu? >>Apakah yang akan terjadi pada limfoma non Hodgkin > Limfoma non Hodgkin indolen
  Home page
  Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
 
Sistem Limfatik
Apakah LNH itu?
Siapa yang terserang LNH ?
Gejala dan diagnosis limfoma non Hodgkin
Apakah yang akan terjadi pada limfoma non Hodgkin

  Kunjungan ke klinik
  Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin?
  Hidup dengan Limfoma non Hodgkin



  Berita (dalam bahasa Inggris)
  Daftar kata-kata
  Webmasters
  Dewan Editorial
  Bantuan
  Kontak
  Sitemap
  Newsletter (dalam bahasa Inggris)
  Bahasa lain

 
 Apakah yang akan terjadi pada limfoma non Hodgkin
Pendahuluan | Limfoma non Hodgkin indolen | Limfoma non Hodgkin agresif
< Sebelumnya   Selanjutnya >

    Keypoints


  • Limfoma non Hodgkin indolen ini seringkali ditemukan kebetulan saat pemeriksaan dokter untuk keadaan lain
  • Pertumbuhan yang lambat dari penyakit ini berarti pasien tidak selalu diobati secara langsung.
  • Limfoma non Hodgkin indolen dapat diobati dengan sejumlah cara, sering menghasilkan periode bebas penyakit, atau ?remisi?
  • Jika penyakit kambuh setelah pengobatan, ada kemungkinan kembali dalam bentuk agresif.

Limfoma non Hodgkin indolen

Limfoma non Hodgkin indolen adalah salah satu dari dua klasifikasi utama limfoma non Hodgkin, yang lainnya adalah agresif. Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah.

Perjalanan alamiah penyakit

Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah.

Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin indolen tumbuh hanya sangat lambat. Secara tipikal ia pada awalnya tidak menimbulkan gejala, dan mereka sering tetap tidak terditeksi untuk beberapa saat. Tentunya, mereka sering ditemukan secara kebetulan, seperti ketika pasien mengunjungi dokter untuk sebab lainnya. Dalam hal ini, dokter mungkin menemukan pembesaran kelenjar getah bening pada pemeriksaan fisik rutin. Kadangkala, suatu pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, atau suatu sinar-X, dada, mungkin menunjukkan sesuatu yang abnormal, kemudian diperiksa lebih lanjut dan ditemukan terjadi akibat limfoma non Hodgkin.

Akan tetapi, beberapa pasien limfoma non Hodgkin indolen berobat ke dokter karena gejalanya. Gejala yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang kelihatan sebagai benjolan, biasanya di leher, ketiak dan lipat paha. Pada saat diagnosis pasien juga mungkin mempunyai gejala lain dari limfoma non Hodgkin.

Karena limfoma non Hodgkin indolen tumbuh lambat dan sering tanpa menyebabkan stadium banyak diantaranya sudah dalam stadium lanjut saat pertama terdiagnosis. .

Pentingnya pengobatan

Terdapat pengobatan untuk semua jenis limfoma non Hodgkin. Suatu kesembuhansempurna tidak selalu dimungkinkan tetapi, dalam kasus limfoma non Hodgkin indolen, biasanya mungkin mencapai suatu remisi atau pengecilan limfoma sehingga tidak menimbulkan gejala. Kadangkala suatu remisi, atau periode bebas gejala, akan bertahan selama bertahun-tahun.

Jenis pengobatan yang dipakai akan bergantung pada banyak hal, termasuk :

  • Jenis limfoma non Hodgkin
  • Stadium limfoma non Hodgkin
  • Letak limfoma
  • Kesehatan umum dan usia pasien

Meskipun suatu remisibiasanya dapat dicapai dengan pengobatan, banyak limfoma non Hodgkin indolen relapsdikemudian hari, biasanya setelah 1,5 - 4 tahun. Beberapa limfoma non Hodgkin kambuh dalam bentuk yang berbeda, sebagai limfoma agresif. Karena itu sangat penting bagi pasien limfoma non Hodgkin indolen yang telah diobati untuk melakukan pemeriksaan dan tes secara rutin, sesuai anjuran dokter atau tim spesialis, walaupun mereka merasa sangat sehat.

Apa yang diharapkan

Pasien dengan stadium awal limfoma non Hodgkin dimana hanya ditemukan satu atau dua kelompok kelenjar getah bening saat didiagnosis, walaupun jarang, sering mendapatkan radioterapi untuk kelenjarnya. Pengobatan ini sering mencapai cure.

Pasien dengan limfoma non Hodgkin stadium lanjut tetapi tanpa gejala saat diagnosis sering tidak perlu memulai pengobatan, dan suatu pendekatan 'lihat dan tunggu ' sering direkomendasikan.

Jika gejala terbentuk, dan untuk pasien dengan gejala saat didiagnosis, pengobatan secara umum diperlukan. Pengobatan yang paling sering adalah kemoterapi, sering dalam kombinasi dengan antibodi monoklonal rituximab. Radioterapi juga kadang-kadang digunakan, bersama dengan kemoterapi, untuk mengobati massa limforma yang membesar. Pengobatan lain yang dapat digunakan termasuk terapi antibodi monoklonal sendiri atau kemoterapi dosis tinggi diikuti oleh suatu bone marrow transplant.

Walaupun tidak mungkin untuk memprediksikan bagaimana pasien akan memberikan respon terhadap pengobatan, kira-kira 75% pasien dengan limfoma non Hodgkin indolen stadium lanjut mengalami remisi. Rata-rata waktu keselamatan (survival time) antara 7 dan 10 tahun. Kebanyakan pasien dengan bentuk penyakit ini mengalami kekambuhan, meskipun mendapatkan pengobatan. Lama waktu antaran pengobatan dan kekambuhan berbeda-beda, tetapi biasanya antara 1,5 dan 4 tahun.

Pada pasien yang limfoma non Hodgkinnya tidak memberikan respon terhadap pengobatan lini pertama, dan pada pasien yang limfomanya mengalami relaps, pengobatan yang berbeda atau pengobatan kombinasi dapat dicoba.

Pengobatan terbaik untuk penyakit yang kambuh tergantung pada banyak hal. Pada beberapa pasien usia lanjut mungkin dianjurkan suatu pendekatan lihat dan tunggu jika mereka tidak mempunyai gejala yang menyulitkan mereka. Kebanyakan pasien, bagaimanapun, diberikan kemoterapi kombinasi, sering dengan terapi antibodi monoklonal.

Jika limfoma non Hodgkin indolen kambuh dalam bentuk agresif, pengobatan dengan kemoterapi dosis tinggi dengan atau tanpa transplantasi sel indukdapat dicoba. Jika pengobatan dosis tinggi tidak memungkinkan, maka penatalaksanaan medis akan berupa paliatif.

Untuk informasi lebih lanjut tentang topik ini, lihat Bagaimana mengobati limfoma non Hodgkin?.

 


< Sebelumnya Selanjutnya >