Lymphoma Net - Home

Mendukung penderita Limfoma non Hodgkin

 
Mail a friend Print this page
 Home page >> Apakah Limfoma non Hodgkin itu? >>Apakah LNH itu? > Prinsip penentuan stadium limfoma non Hodgkin
  Home page
  Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
 
Sistem Limfatik
Apakah LNH itu?
Siapa yang terserang LNH ?
Gejala dan diagnosis limfoma non Hodgkin
Apakah yang akan terjadi pada limfoma non Hodgkin

  Kunjungan ke klinik
  Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin?
  Hidup dengan Limfoma non Hodgkin



  Berita (dalam bahasa Inggris)
  Daftar kata-kata
  Webmasters
  Dewan Editorial
  Bantuan
  Kontak
  Sitemap
  Newsletter (dalam bahasa Inggris)
  Bahasa lain

 
 Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
Pendahuluan | Limfoma non Hodgkin indolen versus agresif
Jenis limfoma non Hodgkin | Prinsip penentuan stadium limfoma non Hodgkin
< Sebelumnya   Selanjutnya >

    Keypoints


  • Pemeriksaan penentuan stadium memberitahukan dokter apakah limfoma non Hodgkin berada di stadium awal atau lanjut.
  • Hal ini tergantung dari berapa banyak kelompok kelenjar getah bening yang terserang, Apakah mereka ada di satu atau beberapa daerah di tubuh, dan apakah organ lain terserang.
  • Tiga gejala ? panas, keringat malam dan kehilangan berat badan tak direncanakan ? juga membantu pengklasifikasian penyakit.

Prinsip penentuan stadium limfoma non Hodgkin

Penentuan stadium limfoma non Hodgkin tergantung pada dimana ia berada di tubuh, berapa banyak kelompok kelenjar getah bening yang terserang, dan apakah ia sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ini melibatkan sejumlah pemeriksaan penentuan stadium untuk menemukan perluasan penyakit.

Walaupun ada beberapa sistim yang digunakan untuk penentuan stadium limfoma non Hodgkin, termasuk sistim Ann Arbor, sistim stadium yang paling umum yang menggunakan empat stadium, dengan penomoran angka Romawi I-IV. Dalam bentuknya yang paling sederhana, stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.

  • Stadium I limfoma hanya pada satu kelompok kelenjar getah bening
  • Stadium II dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, baik pada seluruh dada ataupun diseluruh perut
  • Stadium III dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, pada dada dan perut
  • Stadium IV limfoma ada setidaknya pada satu organ selain pada kelenjar getah bening (sebagai contoh, sumsum tulang , hati, atau paru-paru)
Sistim stadium yang paling umum yang menggunakan empat stadium, dengan penomoran angka Romawi I-IV. Dalam bentuknya yang paling sederhana, stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit (kiri), sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut (kanan)
Stages I and II, early-stageStages III and IV, late-stage

Sebagai tambahan, huruf A atau B seringkali ditambahkan pada nomor stadium, tergantung pada dengan atau tanpa adanya tiga geja spesifik:

  • Demam berulang, yang tidak dapat dijelaskan sebabnya (dengan suhu tubuh lebih dari 38 oC)
  • Keringat malam
  • Kehilangan berat badan yang tidak direncanakan lebih dari 10% berat badan dalam 6 bulan

A berarti tidak ditemukan satupun dari ketiga gejala, sedang B berarti paling sedikit telah ditemukan satu gejala. Jadi, sebagai contoh, seseorang dengan limfoma non Hodgkin stadium IIB memiliki limfoma di dua atau lebih kelenjar getah bening, semuanya berada di dada atau perut, dan ditemukan satu atau lebih gejala di atas. Seseorang dengan stadium limfoma non Hodgkin IVA mempunyai limfoma yang telah menyebar keluar kelenjar getah bening dan tidak ada satupun dari ketiga gejala.

 


< Sebelumnya Selanjutnya >