Lymphoma Net - Home

Mendukung penderita Limfoma non Hodgkin

 
Mail a friend Print this page
 Home page >> Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin? >>Terapi Radiasi > Radioimmunoterapi
  Home page
  Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
  Kunjungan ke klinik
  Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin?
 
Perawatan bagi pasien yang baru didiagnosis terkena LNH
Perawatan untuk penyakit kambuh
Kemoterapi
Terapi antibodi monoklonal
Terapi Radiasi
Tunggu dan lihat
Transplantasi
Pembedahan
Terapi Eksperimental
Penatalaksanaan gejala

  Hidup dengan Limfoma non Hodgkin



  Berita (dalam bahasa Inggris)
  Daftar kata-kata
  Webmasters
  Dewan Editorial
  Bantuan
  Kontak
  Sitemap
  Newsletter (dalam bahasa Inggris)
  Bahasa lain

 
 Terapi radiasi
Pendahuluan | Radioterapi | Radioimmunoterapi
< Sebelumnya   Selanjutnya >

    Keypoints


  • Radioimunoterapi adalah pengobatan untuk limfoma non-Hodgkin, kombinasi antara antibodi monoklonal dengan radioterapi
  • Radioimunoterapi dapat digunakan pada limfoma non Hodgkin yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan
  • Meski demikian, risiko efek samping relatif tinggi dibanding terapi antibodi monoklonal konvensional

Radioimunoterapi

Radioimunoterapi, menggunakan antibodi radiolabel, merupakan pengobatan untuk limfoma non Hodgkin yang memanfaatkan kemampuan antibodi monoklonal untuk melekat pada sel-sel B dengan kemampuan merusak sel dari radioterapi yang terlokalisir.

Antibodi radiolabel terdiri atas sejumlah kecil bahan radioaktif yang melekat pada antibodi monoklonal, yang berkeliling dalam tubuh hingga menemukan dan melekat pada permukaan sel-sel B. Sekali antibodi monoklonal telah melekat pada sel B, bahan radioaktif akan membunuh sel yang sakit, dan sel-sel limfoma di sekitarnya yang tidak dapat dijangkau antibodi monoklonal.

Pengobatan-pengobatan ini, yang meliputi ibritumomab tiuxetan, merupakan salah satu pilihan yang dapat diberikan pada pasien dengan limfoma non Hodgkin indolen yang tidak memberikan respon yang baik atau mengalami relaps setelah kemoterapi konvensional dan antibodi monoklonal rituximab.

Risiko efek samping hematologik dengan antibodi radiolabel relatif tinggi. Ini termasuk anemia dan imunosupresi, yang mungkin menimbulkan infeksi, ataupun reaksi yang lebih ringan seperti menggigil, demam, iritasi tenggorokan dan mual. Selain itu, pasien dapat menderita trombositopenia, atau jumlah platelet (trombosit) yang rendah. Untuk informasi selanjutnya, lihat Penatalaksanaan Gejala . Juga terdapat kekhawatiran mengenai risiko jangka panjang dari keganasan sekunder seperti pada setiap jenis radiasi. Meskipun demikian, saat ini tidak didapati bukti yang cukup mengenai risiko jangka panjang radioimunoterapi.

 

Karena pemberian antibodi radiolabel melibatkan bahan radioaktif, prosesnya bisa rumit, membutuhkan upaya bersama dari hematologist, ahli fisika nuklir, klinisi kedokteran nuklir, dan lainnya untuk mengelola pemberian obat.

 


< Sebelumnya Selanjutnya >