Lymphoma Net - Home

Mendukung penderita Limfoma non Hodgkin

 
Mail a friend Print this page
 Home page >> Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin? >>Perawatan bagi pasien yang baru didiagnosis terkena LNH > Pengobatan limfoma non Hodgkin agresif
  Home page
  Apakah Limfoma non Hodgkin itu?
  Kunjungan ke klinik
  Bagaimanakah pengobatan Limfoma non Hodgkin?
 
Perawatan bagi pasien yang baru didiagnosis terkena LNH
Perawatan untuk penyakit kambuh
Kemoterapi
Terapi antibodi monoklonal
Terapi Radiasi
Tunggu dan lihat
Transplantasi
Pembedahan
Terapi Eksperimental
Penatalaksanaan gejala

  Hidup dengan Limfoma non Hodgkin



  Berita (dalam bahasa Inggris)
  Daftar kata-kata
  Webmasters
  Dewan Editorial
  Bantuan
  Kontak
  Sitemap
  Newsletter (dalam bahasa Inggris)
  Bahasa lain

 
 Perawatan bagi pasien yang baru didiagnosis terkena LNH
Pendahuluan | Pengobatan limfoma non Hodgkin indolen
Pengobatan limfoma non Hodgkin agresif
< Sebelumnya   Selanjutnya >

    Keypoints


  • Pasien limfoma non-Hodgkin agresif umumnya diobati dengan kemoterapi dikombinasi dengan antibodi monoklonal
  • Radioterapi dapat diberikan untuk kelenjar getah bening setempat
  • Meskipun limfoma non Hodgkin agresif tumbuh dengan cepat, kemungkinan sembuh relatif tinggi

Pengobatan untuk Limfoma non Hodgkin agresif

Pasien dengan limfoma non Hodgkin agresifdapat didiagnosis pada stadium dini (stadium I atau II). Ini disebabkan karena mereka umumnya menyadari pertumbuhan yang cepat dari kelenjar getah bening yan g terkena dan karenanya mengunjungi dokter dan cepat dirujuk untuk pengobatan oleh spesialis.

Pengobatan yang biasa diberikan untuk pasien dengan limfoma non Hodgkin agresif stadium dini adalah beberapa jadwal kemoterapi, kombinasi, dengan lebih dari satu obat kemoterapi yang diberikan, biasanya bersama dengan steroid, seperti prednisolon (contohnya, CHOP). Di kebanyakan negara, diberikan antibodi monoklonalrituximab dalam kombinasi dengan kemoterapi CHOP sebagai terapi standar. Antibodi monoklonal meningkatkan efektivitas pengobatan tanpa secara bermakna meningkatkan efek samping.

Radioterapikadang-kadang diberikan setelah kemoterapi. Jarang kedua pengobatan diberikan pada saat yang sama. Radioterapi ditujukan secara spesifik terhadap kelenjar getah bening yang terkena.

Pengobatan stadium dini (stadium I dan II) limfoma non Hodgkin agresif dapat mencapai kesembuhan atau remisi pada sekitar 80% pasien. Beberapa pasien tidak memberikan respon terhadap terapi standar. Pada pasien-pasien ini, dan pada mereka yang mengalami kekambuhan, diperlukan pengobatan lebih lanjut.

Pasien yang didiagnosis dengan limfoma non Hodgkin agresif pada stadium lanjut (stadium III atau IV) diberi kemoterapi kombinasi dengan ataupun tanpa antibodi monoklonal. Meski demikian, kemoterapi kadang-kadang diberikan lebih lama daripada pada penyakit stadium awal dan mungkin juga diberikan radioterapi. Secara keseluruhan, antara 40% dan 70% pasien dengan limfoma non Hodgkin agresif dapat disembuhkan dengan pengobatan pertama.

Tabel menunjukkan pengobatan yang biasa dilakukan untuk stadium limfoma non Hodgkin yang berbeda, juga hasil yang diperoleh
Stadium
Pengobatan
Hasil
Awal
(Stadium I dan II)
Kemoterapi dan/atau antibodi monoklonal; biasanya dengan radioterapi dan pada beberapa kasus radioterapi saja Remisi dengan kemungkinan sembuh
Lanjut
(Stadium III dan IV)
tanpa gejala
Kemoterapi ditambah steroid dan/atau antibodi monoklonal; kemungkinan dengan radioterapi

Limfoma sel mantel

Limfoma sel mantelkurang memberikan respon terhadap pengobatan standar daripada limfoma non Hodgkin indolen. Pilihan pengobatan termasuk obat yang digunakan untuk NHL indolen maupun agresif. Pengobatan lain yang sedang diteliti adalah pemakaian obat kemoterapi baru, seringkali dalam kombinasi dengan terapi antibodi monoklonal, dan kemoterapi dosis tinggi dengan transplantasi sel induk.

Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt�s dan limfoma limfoblastik adalah bentuk sangat agresif dari limfoma non Hodgkin. Pengobatan harus agresif dan umumnya melibatkan pengobatan yang ditujukan pada susunan saraf pusat ditambah regimen kemoterapi intravena. Pasien seringkali diberikan kemoterapi intensif yang melibatkan banyak obat, dan perlu dirawat di rumah sakit selama pengobatannya. Meski demikian, mayoritas pasien yang berusia lebih muda dengan bentuk penyakit ini dapat disembuhkan.

 


< Sebelumnya Selanjutnya >